Senin, 29 Juni 2009

Menangis seharusnya bukanlah jalan keluar..

ak hanya bisa menangis dan menangis seharian ini. Kupandangi dinding putih kamarku dan pikiranku kosong. Aku berpikir keras apa yang akan aku lakukan nanti hingga air mata ku menetes dan tak mau berhenti. Air mataku membasahi bantal kesayanganku bahkan aku sulit bernafas karena menangis. Dan tidak hanya itu, kelopak mataku membengkak memerah, hidungku juga memerah, bibirku menebal, kepalaku juga terasa sakit. Sulit rasanya menghentikan derasnya air mataku ini. Aku pikir ini tak kan berhenti sampai aku selesai menyelesaikan masalah ini semua. Dan aku tak tahu, apakah aku bisa tertidur pulas malam ini. Ya Allah, berikan aku solusi terbaik. Tuntun aku hingga masalah ini segera berakhir dan aku bisa menikmati liburan ini tanpa beban pikiran. Yah, wlaaupun aku mungkin tak akan berlibur seperti teman-teman ku yang sedang bersenang-senang diluar sana entah itu bersama kluarga atopun sanak family mereka. Memang, perempuan itu lemah. Contohnya saja aku. Aku adalah mungkin bisa dibilang perempuan yang ga mandiri, apa-apa aku selalu menangis. Padahal itu tak akan menyelesaikan masalah. Apa aku masi dianggap kecil dengan umur 17 th ini??

2 komentar:

atas nama susi danistha andriani mengucapkan terima kasih bwt kamu-kamu yg udh lyt blog aku ini yg pd dsr ny aku jg gtw ap yg udah aku isi dan didasari oleh keinginan untuk "coba-coba" saja . bwt teman2 yg mao kasi komentar silahkan :)